Ini tentang apa saja (Initas)

Pada suatu waktu, segalanya tidak pernah lagi sama.

Pada suatu waktu, semua dogma bias.

Pada suatu waktu, sebuah titik menjadi pijakan baru.

Sementara,

Di waktu yang lain, kejadian ini terus berulang.

Bergantian, perlahan, pasti—setiap insan mengalami.

Tidak ada skema yang berubah, meski seumur hidup hanya sekali.

Tentang ini,

Menurutmu apa?

Menurut kalian apa?

Jika aku jawab, tergantung fokusmu.

Tergantung pada fokus kalian.

Maka, ini bisa tentang apa saja? Luas sekali!

Baik, akan aku persempit lingkupnya.

Meski mungkin, tidak setiap orang menemukan jawab pastinya.

Seperti kubilang tadi, kejadian ini bergantian.

Tentang ini,

Pada suatu waktu, segalanya tidak pernah lagi sama.

Pada suatu waktu, semua dogma bias.

Pada suatu waktu, sebuah titik menjadi pijakan baru.

Bedanya sekolah sama kehidupan. Kalau sekolah, dapat pembelajaran dulu, baru ujian. Kalau kehidupan. Ujian dulu, baru dapat pembelajaran.

Sekolah bisa bolos, kalo kehidupan, gabisa.

choqi-isyraqi yang bijaksana

(via kurniawangunadi)

Belum ada judul

4 bulan terakhir pasca UN ini luar biasa.

BULAN PERTAMA

Selesai UN sibuk dengan bimbingan belajar untuk persiapan SBMPTN. Boro-boro sempat nulis, kadang makan siang pun nggak sempat. To be honest, saya kurang menikmati proses ini. Ada ketergesaan dalam menimba ilmu, ada sesuatu yang membuat jiwa ini kurang bersinergi dalam menimba ilmu. Belakangan baru saya sadar akan hal tersebut. Hal yang membuat seluruh perjuangan saya selama sebulan ini (atau bahkan selama 3 tahun di SMA, mungkin) sama sekali nggak ada artinya. Mari kita bahas sesuatu ini di akhir saja.

BULAN KEDUA

Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri 2014 sudah dilaksanakan. Seminggu setelahnya disusul pelaksanaan SIMAK UI.Tinggal menunggu pengumuman. Sudah pasrah apapun hasilnya. Menyerahkan keputusan pada Yang Maha Kuasa. Meski ada setitik kesadaran yang merasa bahwa pilihan-pilihan yang saya isi di lembar ujian merupakan kemurnian ambisi. Namun terbungkus ilusi semangat. Sekali lagi, ilusi semangat. Ya, semangat palsu. Semangat yang tidak dilandasi oleh tujuan yang diridhai oleh Allah. Kembali lagi, sesuatu itu yang membuat saya semangat bertahan di bulan pertama dan berharap-harap di bulan kedua:)

BULAN KETIGA

3 hal yang ditunggu. Bulan Ramadhan, pengumuman SBMPTN dan SIMAK UI. Sebelum Ramadhan tiba, pengumuman hasil SBMPTN menyatakan saya tidak lulus dengan gamblang tanpa ragu. Begitu pula dengan pengumuman hasil SIMAK UI. Perasaan saya? Biasa saja, sejujurnya. Seolah tahu kesalahan yang dibuat di waktu lalu semasa perjuangan. Kecewa? Mungkin rasa kecewa saya nggak ada apa-apanya dibanding kekecewaan orang tua, terutama ayah. Juga kecewanya teman-teman yang mengharapkan kehadiran saya di kampusnya (cie). Pupus sudah harapan kuliah di Perguruan Tinggi Negeri. Sedih? Ya, kesedihan ini hadir disaat mengingat kembali masa-masa perjuangan. Ah, sudahlah. Apa arti penyesalan. Sudah lewat, hehehehe. Kemudian Bulan Ramadhan hadir dengan segala keberkahannya, subhanallah. Banyak yang saya dapatkan selama Ramadhan, beberapa diantaranya alhamdulillah perdana :) Oh ya, bulan ini saya kembali menempuh satu ujian seleksi masuk bersama ke Politeknik Negeri Bandung. Nggak neko-neko lagi, langsung pilih jurusan teknik informatika hehe, nggak mau yang lain. Ini yang terakhir. Waktu menjelang ujian SMB Polban, saya memilih untuk sibuk berkegiatan diluar rumah dan menikmati sosialisasi dengan teman-teman. Bulan Ramadhan dan waktu ngabuburitnya, favorit banget deh buat ngobrolin berbagai hal :)) Sempat juga ditegur ayah, kalau ujian ini nggak lolos kamu keterlaluan. Oke, ayah. Tenang aja, pasti masuk. Jawab saya kala itu. Jreng. Ujianpun tiba. Karena ngambil pilihan teknik informatika, harus menempuh ujian aptitude terlebih dahulu. Semacam tes kemampuan logika. Yoi, ujiannya dua kali. Dilanjut dengan tes kemampuan bahasa dan eksak Matematika Fisika Kimia tanpa Biologi. Ya sudah, laksanakan. Jreng. Seminggu kemudian pengumuman. Nama saya tercantum di list calon mahasiswa baru Polban D3 Teknik Informatika. Alhamdulillah… Eh tapi bentar, D3? What I supposed to do with diploma 3? Sebelumnya saya memang memilih teknik informatika dalam 2 pilihan, pilihan pertama D4 dan yang kedua D3. Seems I’ve accepted in the last of the last choice. Heuheu. Keep be grateful, sudah diperjalankan seperti ini. Tentu harus ada yang ‘diselesaikan’ di jalan ini :)

BULAN KEEMPAT

Nggak pernah kebayang sebelumnya bakal kuliah di politeknik. Kayak apa ya? Kayak gini :D bulan ini banyak rangkaian kegiatan yang bertema pengenalan kampus. Banyak teman baru, banyak pengalaman baru juga. Meski beberapa kurang berkenan. Sayang kampus ini nggak bebas rokok. Something that I hate most. Masih bingung juga jalan ke depannya mau gimana. Karena statusnya mahasiswa D3, nggak bisa langsung ke luar negeri ambil master ya. Mau ekstensi dulu tapi kok mahal ya hehehe. Ya sudahlah, jalani saja dulu. Allah maha mengatur segalanya, I’ve no doubt about it. Seperti sesuatu yang menurutnya tidak baik, jangan harap diberi jalannya. :)

Apa sih sesuatu ini? Awalnya menulis mau ngejabarin ini, tapi jadi lupa karena keasikan nulis pengalaman 4 bulan terakhir. Hehe -_- 

Sesuatu ini adalah niat. Niat yang kemudian berujung tindakan. Niat yang salah, kemudian menjadi tindakan yang tidak sesuai dengan tujuan. Niat saya waktu ikut SBMPTN dulu adalah….. adalah pergi dari rumah. Nyari kampus yang pasti ngekost kalo jadi mahasiswanya. Nah, ini nih yang berdampak besar pada alur kegiatan selama masa-masa perjuangan dulu. Saya sadar, mungkin belum ada kontribusi nyata yang dilakukan di kota kelahiran ini. Belum ada feedback yang berarti untuk keluarga, apalagi untuk bangsa. Kok bisa-bisanya kepikiran mau kuliah di tempat yang jauh. Emosi anak muda, jenuh dan ingin mencari suasana baru. Bukannya cari cara menghadapi masalah, malah ingin menghindar dengan berlari sejauh-jauhnya. Yakin 100% kalo ini penyebab utama saya nggak keterima di SBMPTN. Bukan berarti saya nggak mampu atau nggak berusaha untuk menggapai impian, tapi memang baru diizinkan untuk menapaki jalan seperti ini dulu untuk belajar. :)

Hidup suram kalo saya terus-terusan menyesali niat yang sempat terpatri di hati ini. Intinya dari tulisan panjang lebar ini, untuk pelajaran hidup,

Luruskan niat. Niatkan karena Allah Ta’ala. Karena sesungguhnya niatlah yang membedakan sebuah amalan. 

Pagi-pagi baca tulisan panjang hehe, maaf. Nggak bisa tidur dari semalam, kangen berkarya. Semangat untuk rekan-rekan yang sedang memulai perjuangannya membangun bangsa!

Reblog : Nyaman

Perasaan nyaman bisa jadi tidak hanya muncul karena sudah saling mengenal lama. Tapi juga karena keyakinan bahwa tidak akan ada tendensi apapun yang harus dikhawatirkan. Nyaman tidak saja betah berlama lama ketika saling bercakap. Tapi juga nyaman meskipun tanpa suara.

Nyaman juga bisa jadi…

Tulisan : Garis Batas Manusia

Setiap orang memiliki garis batas dalam hidupnya masing-masing. Sebuah area dalam pikiran dan hidupnya yang semu. Sebuah batas dalam pikiran yang membuat setiap langkah hidupnya tidak akan melewatinya. Sebuah batas yang sulit digambarkan tapi ada bagi setiap orang.

Coba perhatikan. Apa yang…

Ramadhan #16 : Menjadi Dekat

kurniawangunadi:

Tulisan ini adalah tulisan yang sedianya menjadi tulisan 16/30 selama bulan ramadhan 1435 H. Kesibukan beberapa hari ini membuat saya tidak bisa menulis dengan baik. Semoga tetap istiqamah dan bermanfaat.

Coba kita duduk sebentar kemudian berpikir. Coba sadari. Ada satu hal yang mungkin selama…

Habis UN

Alhamdulillah, beres juga satu ujian ini.

Rasanya lega, beban di pundak agak lebih ringan. Hehe!

Tapi juga sekaligus menyesal -_- ehm, soalnya agak susah. Agak menyimpang dari SKL yang selama ini dipelajari. Coba kalo latihan buku UN dari kelas 10 ya… pasti master banget pas UN :3 penyesalan memang selalu datang belakangan. Menyertai setiap langkah perjuangan.

Kesan selama UN :

Day 1 Bahasa Indonesia dan Biologi. Alhamdulillah lancar, nggak terlalu gimana. Ciee kertas LJUN nya tebal! Nggak kayak kertas gorengan tipis yang digadang-gadang kakak kelas risiko sobeknya 90% waktu menghapus jawaban yang salah. Oh iya, dikasih pensil ujian gratis, kenapa nggak sama penghapus ujiannya juga ya? :)

Day 2 Matematika dan Kimia. Luar biasa! Soal matematikanya out of the box. 15 menit terakhir masih ada 8 soal belum terjawab. Bismillah aja deh pas 5 menit terakhir. Milih jawaban dengan cara melototin soal, mana jawabannya mana! Tunjukkan dirimu! -_- Kimianya juga aduhai. Belajar rumus banyak-banyak, soal hitungan sampai muak, ternyata yang keluar teori abstrak. Yang jawabannya berupa kata-kata dan kalimat. Berasa mengerjakan soal pengetahuan umum :| Pulangnya, semangat berkata “Sehari lagi ayo semangaaat!” ke semua teman.

Day 3 Last day! Teman-teman di twitter berkicau ramai. Hari ini Bahasa Inggris dan Fisika. Jreng, pengawasnya lucu. Intermezzo santai dulu sebelum ujian haha. Mulai mengerjakan soal dari jam 7.30, Listening jam 8 dan tepat pukul 8 kurang 15 saya ketiduran. Dibangunkan pengawas lucu tadi, katanya : “mau ke air dulu nggak?” saya gelagapan sambil nyengir “nggak pak hehe” kemudian beliau bilang “kelihatan ya mana yang belajar semalam suntuk dan yang cukup tidur. (anak sekelas tertawa) Tapi kalo mau tidur ya, LJUNnya disingkirkan dulu. Takut rusak” Malu, euy. Malu banget. Ujian kedua fisika. HAHAHA pasrah. Soal-soalnya bagus. Keren. Tipe soal yang ketika dibahas guru les, mereka berkata “Aaah, soal kayak gini mah nggak mungkin keluar di Ujian Nasional. Kalo SBMPTN, baru. Ujian Nasional mah gampang” Yoi sip banget dah. Itu mata pelajaran terakhir ujian dan hikshikshiks banget. Semoga nilainya lebih dari cukup. Aamiin. Yes. Selesaaaai! 3 hari penuh kejujuran. Semoga Nilai yang dihasilkan menjadi berkah. Aamiin lagi. Banyak yang bilang kunci ini tembus, ini nggak. Semoga yang pake kunci jawaban, bisa survive ya nanti. Aamiin.

Nilainya bakal jelek dong kalo nggak bisa ngerjain soal UN? Saya pribadi sudah menyiapkan mental dari awal, awal banget persiapan ujian. Bagus dan tidaknya suatu nilai biarlah menjadi keputusan Allah semata. Meski (mungkin) pada akhirnya saya juga bisa lemah mental lihat nilai diluar perkiraan. Seenggaknya itu nilai jujur, jujur usaha keras selama 3 tahun. (Meski banyak juga diluar sana yang jujur dan punya nilai cemerlang) :D

Terus nasib cita-cita? Entah, rezeki mah nggak bakal kemana. Jangan takut, selama masih berusaha dan berdoa. Saya nggak mau dikendalikan oleh sistem lagi, Cukup 3 tahun silam saya begitu runyam menghadapi hidup hanya karena tunduk pada sistem. Sistem yang juga memaksa teman-teman saya  pake kunci jawaban saat mengerjakan ujian dan membiarkan kemampuan mereka tak dihargai. I wanna be myself. Mengeksplorasi kemampuan yang saya punya itu nggak sama dengan duduk diam di kelas, memerhatikan guru, nilai tugas dan ujian selalu bagus. Sementara tidak setiap guru yang mengajar, mengajari apa yang saya ingin pelajari. Hehe, susah rasanya belajar kalo nggak minat ya?

Yang penting nilai sehari-hari masih di ambang batas kewajaran untuk dimaklumi orangtua, kalo ini memang kewajiban. Membahagiakan orangtua itu wajib :) 

Jadi, habis UN? Mau menuntaskan apa yang belum sempat dituntaskan! Waktu tetaplah waktu, umur siapa yang tau. 

Cara menasehati seseorang paling baik adalah ketika seseorang itu memang siap menerima nasehat itu. Menasehati saat seseorang sedang tidak siap menerima, itu sama seperti melakukan penghakiman kepadanya.

Juga ingat, nasihat terbaik disampaikan secara diam-diam kepada orang tersebut. Bukan di depan umum.

Ditambah, tidak perlu menjadi orang paling baik dan paling sempurna dulu untuk menjadi orang yang memberi nasehat. Bila orang harus baik dulu baru boleh memberi nasehat, niscaya tidak akan pernah ada nasehat di dunia ini.

Saling mengingatkanlah dengan cara yang baik :)

faldomaldini:

Memang beda: Kedatangan Bu Risma vs Anggota DPR
Saya kira awalnya semua pejabat negara yang pergi ke luar negeri selalu dianggap buang-buang uang. Seperti halnya bagaimana anggota DPR RI yang selalu ditolak “secara halus” (walau tak jarang juga secara kasar) saat kunjungan ke berbagai negara. Kita tentu masih ingat bagaimana teman-teman mahasiswa Indonesia (beserta) warga “mengerjai” anggota DPR yang datang ke luar negeri.
Off the record: *Bahkan tak jarang KBRI sendiri sebenarnya ingin menolak kedatangan anggota DPR.
Namun, pejabat negara yang satu ini memang beda. Kehadirannya dinanti dan antusiasme warga menyala ketika dikabarkan beliau akan datang ke Inggris. Responnya sangat jauh berbeda jika dibandingkan respon info datangnya anggota DPR. Semua orang ingin sekali hadir dan berjumpa dengannya. Ya pejabat negara nan sederhana itu bernama Bu Risma, walikota Surabaya.
Bu Risma insyaAllah akan berbagi dengan WNI di UK hari kamis ini. Beliau datang karena menerima penghargaan yang (entah untuk keberapa kalinya) sebagai walikota terbaik di level internasional. Ibu yang satu ini memang terkenal dengan kinerjanya membangun kota.
Well, memang pada akhirnya orang yang bekerja dengan baik, benar dan berikan perubahan nyata akan dinanti kehadirannya. Tentu ini berbeda dengan orang yang kinerjanya ga jelas dan ga nyata.

faldomaldini:

Memang beda: Kedatangan Bu Risma vs Anggota DPR

Saya kira awalnya semua pejabat negara yang pergi ke luar negeri selalu dianggap buang-buang uang. Seperti halnya bagaimana anggota DPR RI yang selalu ditolak “secara halus” (walau tak jarang juga secara kasar) saat kunjungan ke berbagai negara. Kita tentu masih ingat bagaimana teman-teman mahasiswa Indonesia (beserta) warga “mengerjai” anggota DPR yang datang ke luar negeri.

Off the record: *Bahkan tak jarang KBRI sendiri sebenarnya ingin menolak kedatangan anggota DPR.

Namun, pejabat negara yang satu ini memang beda. Kehadirannya dinanti dan antusiasme warga menyala ketika dikabarkan beliau akan datang ke Inggris. Responnya sangat jauh berbeda jika dibandingkan respon info datangnya anggota DPR. Semua orang ingin sekali hadir dan berjumpa dengannya. Ya pejabat negara nan sederhana itu bernama Bu Risma, walikota Surabaya.

Bu Risma insyaAllah akan berbagi dengan WNI di UK hari kamis ini. Beliau datang karena menerima penghargaan yang (entah untuk keberapa kalinya) sebagai walikota terbaik di level internasional. Ibu yang satu ini memang terkenal dengan kinerjanya membangun kota.

Well, memang pada akhirnya orang yang bekerja dengan baik, benar dan berikan perubahan nyata akan dinanti kehadirannya. Tentu ini berbeda dengan orang yang kinerjanya ga jelas dan ga nyata.

Happy birthdaaay @friscarahma & @rodifa_na ! Semoga lulus UN dengan nilai bagus, sukses SNMPTN, SBMPTN! <3

Happy birthdaaay @friscarahma & @rodifa_na ! Semoga lulus UN dengan nilai bagus, sukses SNMPTN, SBMPTN! <3